Percaya Sihir?
Ketika dulu saya masih di Surabaya, saya biasa membantu bu de saya jualan daging di Pasar Kedungrejo, Waru, Sidoarjo. Bu de buka lapak biasanya jam dua malam. Sebab jam tiga sampai jam empat, itu adalah puncak ramenya pasar. Bu de biasanya berangkat ke pasar setelah shalat tahajjud. Yang saya ingin ceritakan di sini bahwa sebelum kami buka lapak, setiap malam kami harus membersihkan lapak dari sampah yang berserakan. Tapi, sampah yang kami bersihkan bukanlah plastik, daun, kertas atau benda-benda lain seperti sampah kebanyakan yang biasa kita jumpai di pasar-pasar atau tempat sampah pada umumnya. Tapi ini adalah sampah aqidah!
Sampah aqidah? Yaps, sampah aqidah! Yang berupa paku, jarum dan berbagai bentuk benda yang identik dengan dukun seperti yang sering kita lihat di film-film perdukunan atau film-film horor. Mungkin ada di antara teman-teman yang yang gak percaya bahwa hal ini memang benar terjadi. Ada lagi cerita yang masih fresh nih, sahabat kita, Mas Nur Muhammadian yang baru-baru ini membuka usaha rumah makan di Pontianak, malah membawa cerita ke saya hal-hal mistik yang dia sendiri hampir tidak percaya bahwa hal tersebut benar terjadi.
Ceritanya Mas Dian punya dua kedai makan. Kedai yang pertama adalah semi permanen di tepi jalan. Alhamdulillah rame, banyak pengunjung. Sukses di kedai yang pertama, Mas Dian pun melebarkan kepak sayap bisnisnya dengan membuka kedai baru. Kali ini permanen, bertempat di ruko. Lebih mewah, dan diharapkan bisa lebih ramai pengunjung dari kedai pertama. Alhamdulillah, hari pertama sudah bisa menjual lumayan banyak porsi. Luar biasa untuk kedai makan yang belum punya reputasi.
Tapi, awal yang baik ini ternyata tak bisa berlangsung lama. Karena setelah itu, kejadian-kejadian aneh yang merepotkan dan tidak masuk akal yang justru dihadapi oleh Mas Dian dan tim. Seperti kompor gas yang tak bisa nyala sempurna, sehingga masakan lambat matang. Panci dan kuali yang baru dibeli, tapi baru dipakai langsung bocor. Nasi yang baru masak, tapi langsung basi. Tapi, anehnya lagi, kalau nasi ini dibawa keluar kedai, menjadi tidak basi lagi. Begitu juga dengan kompor, kalau dibawa keluar kedai, nyalanya pun kembali sempurna. Begitulah kejadian yang nyata. Anda tak percaya? Saya yakin bahwa Pak Dian tidak sedang berbohong.
Apa yang bu de saya alami dan Mas Dian adalah bagian peraktek sihir yang dilakukan oleh orang yang tidak suka pada keberlangsungan bisnisnya. Ada orang yang tidak percaya sihir. Ada juga yang terlalu lebay mendramatisirnya, sehingga menjadi hal yang sangat menyeramkan. Sihir memang sangat berbahaya. Baik untuk pelakunya atau orang yang disasar. Untuk pelakunya, sihir jelas akan menjebloskannya ke neraka. Sedang untuk orang yang menjadi target, sihir bisa menghilangkan nyawanya.
Untuk mereka yang suka menyihir, atau yang suka menggunakan jasa tukang sihir untuk mencelakakan orang, gak usah panjang lebar kita bicarakan. Karena jelas mereka itu kafir dan tempatnya di neraka! Kafir, sebagaimana kafirnya setan-setan yang telah mengajari mereka sihir. [Lihat al-Baqarah: 2]. Yang penting sekarang, yang perlu untuk diperhatikan adalah pada para korban sihir, atau calon korban. Baik korban yang terancam nyawanya, terancam bisnisnya, terancam jodohnya atau mungkin ada yang terancam jabatannya karena sihir. Hendaklah mereka menguatkan keyakinan bahwa semua apapun yang berasal dari tukang sihir, jin dan setan, sama sekali gak akan ngefek tanpa pembiaran dari Allah Ta’ala.
Maka, yang harus dilakukan adalah, yang pertama, jangan datang kepada dukun! Sebab dukun dalam rangka melawan sihir, juga menggunakan sihir. Berarti sama saja dong, kita juga menggunakan jasa tukang sihir. Tapi, datanglah kepada orang shaleh, ‘alim yang terkenal ketakwaan dan ketekunan ibadahnya. Yang salah satu indikasinya adalah rajin shalat berjamaah di masjid. Sebab kalau saya menggunakan indikasi rajin shalat malam, rajin baca al-Qur`an atau berpuasa sunnah, tidak semua kita bisa memastikan kebenarannya. Sebab hal tersebut lebih pada ibadah yang bersifat fardi (individual). Beda dengan shalat berjamaah, semua orang bisa tahu. Semua orang bisa melihat.
Yang berikutnya, dan ini yang lebih utama, adalah mengupayakan kesalehan diri. Rajinlah mendekat kepada Allah, dengan tidak mengabaikan kewajiban-kewajiban kita kepada-Nya. Upayakan untuk shalat berjamaah lima waktu di masjid. Perbanyak melakukan amalan-amalan sunnah. Rajin membaca al-Qur`an, puasa sunnah dan memperbaharui wudhu. Setiap pagi dan petang, pagi saja atau petang saja, setiap harinya bacalah wirid-wirid dan doa-doa yang ma`tsur dari Rasulullah saw. [Terdapat di buku al-ma`tsurat yang disusun oleh Imam Hasan Al-Banna]. Sebelum tidur, usahakan jangan batal wudhu, dan bacalah Qulhu, Qul a’udzu bi Rabbil falaq dan Qul a’udzu bi Rabbinaas.
Wallahu A’lam
Posted on Desember 24, 2011, in Insaf, Tahu Campur and tagged jodoh, mati, rejeki, setan, sihir. Bookmark the permalink. 2 Komentar.
mantabs, ugan..
@##$$%%%